Bayangkan ada burung yang bisa “menyendok” ikan langsung dari air hanya dengan mulutnya. Itulah kehebatan burung pelikan yang bisa kamu saksikan dari dekat di Bali Bird Park. Penasaran?
Yuk, perluas wawasanmu tentang burung pelikan, mulai dari ciri fisiknya yang khas, kebiasaannya yang menarik, sampai fakta-fakta uniknya.
Apa itu Burung Pelikan?


Burung pelikan merupakan burung air berukuran besar yang identik dengan paruhnya yang panjang dan kantung besar di bagian bawah untuk menangkap dan menyimpan ikan.
Spesies ini termasuk dalam keluarga Pelecanidae dan gaya hidupnya berkaitan erat dengan habitat perairan. Karena itu kadang kita bisa menjumpai pelikan di lingkungan seperti danau, sungai, atau pantai, di mana ikan sebagai makanan utamanya mudah ditemukan.
Populasinya sendiri tersebar luas di berbagai belahan dunia. Jadi boleh dibilang burung ini berasal dari Australia, Asia, Amerika, hingga Afrika.
Meskipun beberapa spesies pelikan masih umum kita temukan di alam liar, namun perubahan lingkungan dan polusi air berpengaruh besar pada kelestarian mereka di alam liar.
Ciri-Ciri Fisik Burung Pelikan


Burung pelikan punya penampilan khas yang mudah dikenali. Ukuran tubuhnya tergolong besar untuk spesies burung, tinggi tubuhnya bisa mencapai 1,8 meter, dengan bentang sayap mencapai 3 meter. Untuk berat badan cukup bervariasi, tergantung spesiesnya, yakni mulai 5-15 kilogram.
Bagian tubuh yang paling ikonik dari burung ini adalah paruhnya yang besar dan panjang, lengkap dengan kantung elastis di bawah paruh. Fungsinya adalah untuk menangkap ikan dari air seperti jaring.
Warna bulu umumnya putih keabu-abuan, namun beberapa spesies memiliki corak pink atau krem lembut, membuat penampilannya semakin menarik. Pelikan tetap bisa terbang dengan anggun di udara walaupun bentuk tubuhnya yang besar serta bobot tubuhnya berat.
Semua ini karena ditunjang oleh sayapnya yang kokoh serta bentangnya yang lebar.
Cara Unik Burung Pelikan Menangkap Makanan


Burung pelikan punya gaya makan yang berbeda dari burung kebanyakan. Satwa ini memanfaatkan kantung di bawah paruhnya sebagai jaring raksasa untuk menangkap mangsa. Makanan burung pelikan adalah ikan kecil, katak, atau hewan air berukuran kecil lainnya.
Ketika berburu, pelikan akan memasukkan paruhnya penuh-penuh ke dalam air lalu menangkap ikan sekaligus airnya. Selanjutnya burung besar ini akan memiringkan kepala untuk membuang keluar airnya, lalu menelan ikan dengan mulus.
Untuk mendapatkan lebih banyak ikan buruan, pelikan sering berburu secara berkelompok. Mereka akan mengelilingi ikan bersama-sama lalu menggiringnya agar lebih mudah ditangkap. Teamwork ini terbukti sukses membuat proses berburu jadi jauh lebih efektif.
Walaupun punya paruh besar yang kelihatan menakutkan tapi sebenarnya burung pelikan cukup ramah kepada manusia lho. Burung pelikan di Bali Bird Park bahkan suka jalan-jalan ke restoran dan menyambut para wisatawan yang berkunjung. Tapi ingat tetap perlakukan mereka dengan lembut, ya.
Jenis-Jenis Burung Pelikan di Dunia


Burung pemakan ikan ini terdiri dari delapan spesies yang tersebar di berbagai belahan dunia. Masing-masing punya ciri khas dan kepribadian yang unik sehingga menarik untuk dipelajari.
1. Great White Pelican (Pelecanus onocrotalus)
Pelikan putih banyak ditemukan di Afrika dan Asia, pelikan ini memiliki bulu putih dengan ujung sayap hitam yang terlihat jelas saat terbang. Paruhnya besar berwarna pink dan kuning, sementara kantung di bawah paruhnya berwarna kekuningan.
2. Australian Pelican (Pelecanus conspicillatus)
Pelican Australia merupakan salah satu pelikan terbesar di dunia. Tubuhnya didominasi warna putih dengan aksen hitam di bagian sayap. Saat musim kawin, paruhnya berubah warna jadi oranye dan kulit di sekitar mata jadi lebih cerah.
3. Brown Pelican (Pelecanus occidentalis)
Ini dia spesies pelikan terkecil (panjang 1,4 m, berat 3-5 kg) yang umum ditemukan di wilayah Amerika. Pelikan cokelat bagian punggungnya berwarna abu-abu, sementara bagian bawah tubuhnya cokelat, namun bagian kepala malah putih kekuningan.
4. Dalmatian Pelican (Pelecanus crispus)
Pelikan Dalmatian adalah salah satu spesies burung pelikan terbesar yang paling langka. Ciri khasnya adalah bulu ikal di tengkuk, ujung sayap berwarna hitam, serta paruh merah terang saat musim kawin.
5. American White Pelican (Pelecanus erythrorhynchos)
Sesuai namanya, jenis pelikan ini berbulu putih bersih dengan ujung sayap hitam. Saat musim kawin, kantung dan kaki mereka akan berubah menjadi oranye terang.
6. Spot-Billed Pelican (Pelecanus philippensis)
Burung pelikan ini biasa ditemukan di Asia Selatan. Di bagian atas paruhnya berbintik-bintik, sementara bulunya berwarna abu-abu keputihan dengan ekor cokelat.
7. Pink-Backed Pelican (Pelecanus rufescens)
Memiliki semburat warna pink di bagian punggung, dan bulu kepala menjuntai saat musim kawin. Umumnya tersebar di Afrika tropis.
8. Peruvian Pelican (Pelecanus thagus)
Terakhir adalah jenis Peruvian Pelican yang habitatnya Ditemukan di sepanjang pantai barat Amerika Selatan. Pelikan yang satu ini punya warna bulu tubuh abu-abu cokelat, kepala putih, dan leher cokelat dengan garis putih mencolok saat berkembang biak.
Perilaku dan Kehidupan Sosial Burung Pelikan


Burung pelikan dikenal sebagai hewan sosial yang hidup berkelompok dalam koloni besar, bisa mencapai ratusan bahkan ribuan ekor. Mereka sangat bergantung pada kebersamaan, baik saat berburu maupun saat bersarang.
Koloni pelikan biasanya menetap di area dekat perairan yang merupakan sumber makanannya, seperti danau, sungai, atau rawa. Mereka juga sering membuat sarang di atas pohon atau semak yang rendah.
Komunikasi di antara juga pelikan cukup unik. Mereka menggunakan suara keras, gerakan kepala, dan paruh untuk menyampaikan maksud kepada sesamanya. Ini misalnya peringatan, ajakan kawin, sampai perselisihan individu.
Pelikan juga termasuk burung migrasi, sehingga mereka akan berpindah tempat sesuai musim untuk mencari lokasi kaya makanan atau berkembang biak. Saat musim kawin tiba, pejantan akan memamerkan paruh dan kantungnya yang biasanya berubah warna jadi lebih cerah.
Selain itu pelikan jantan biasanya juga melakukan gerakan khas untuk menarik perhatian betina. Fakta burung pelikan yang perlu kamu ketahui, setelah kawin, pasangan pelikan akan bekerja sama membangun sarang termasuk mengerami telur secara bergantian.
Status Konservasi Burung Pelikan


Secara umum, sebagian besar spesies burung pelikan masih tergolong berisiko rendah (Least Concern) menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature).
Namun, beberapa jenis seperti Dalmatian Pelican dan Spot-Billed Pelican masuk dalam kategori rentan atau hampir terancam. Ini karena hilangnya habitat burung pelikan, pencemaran air, dan perburuan liar.
Perlindungan kawasan perairan, pelestarian habitat bersarang, dan upaya edukasi publik menjadi langkah penting untuk menjaga populasi mereka tetap stabil. Di Bali Bird Park, pelikan dipelihara dalam lingkungan yang aman dan mendukung konservasi, sembari tetap memberikan edukasi secara interaktif kepada para pengunjung.
Lihat Burung Pelikan Lebih Dekat di Bali Bird Park


Ingin melihat langsung burung pelikan dari dekat sambil belajar tentang cara hidup dan kebiasaannya? Yuk, datang ke Bali Bird Park. Di sini, kamu bisa menyaksikan interaksi unik pelikan, mulai dari cara makan hingga gaya sosialnya dalam koloni. Cocok untuk liburan keluarga atau edukasi anak-anak.
Jangan lupa, booking tiket online sekarang juga biar lebih praktis dan bisa langsung menikmati pengalaman seru tanpa capek mengantre!












